Sabtu, 14 Maret 2009

Lagu Dari Opa Danny ^^

We Didn't Start The Fire by Billi Joel

Harry Truman, Doris Day, Red China, Johnnie Ray
South Pacific, Walter Winchell, Joe DiMaggio

Joe McCarthy, Richard Nixon, Studebaker, television
North Korea, South Korea, Marilyn Monroe

Rosenbergs, H-Bomb, Sugar Ray, Panmunjom
Brando, "The King and I", and "The Catcher in the Rye"

Eisenhower, vaccine, England's got a new queen
Marciano, Liberace, Santayana goodbye

CHORUS
We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire
No we didn't light it
But we tried to fight it


Josef Stalin, Malenkov, Nasser and Prokofiev
Rockefeller, Campanella, Communist Bloc

Roy Cohn, Juan Peron, Toscanini, Dacron
Dien Bien Phu Falls, Rock Around the Clock

Einstein, James Dean, Brooklyn's got a winning team
Davy Crockett, Peter Pan, Elvis Presley, Disneyland

Bardot, Budapest, Alabama, Khrushchev
Princess Grace, Peyton Place, Trouble in the Suez

We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire
No we didn't light it
But we tried to fight it

Little Rock, Pasternak, Mickey Mantle, Kerouac
Sputnik, Chou En-Lai, Bridge On The River Kwai

Lebanon, Charles de Gaulle, California Baseball,
Starkwether, Homicide, Children of Thalidomide

Buddy Holly, Ben Hur, Space Monkey, Mafia
Hula Hoops, Castro, Edsel is a no-go

U2, Syngman Rhee, payola and Kennedy
Chubby Checker, Psycho, Belgians in the Congo

We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire
No we didn't light it
But we tried to fight it

Hemingway, Eichmann, Stranger in a Strange Land,
Dylan, Berlin, Bay of Pigs invasion

Lawrence of Arabia, British Beatlemania
Ole Miss, John Glenn, Liston beats Patterson

Pope Paul, Malcolm X, British Politician sex
J.F.K. blown away, what else do I have to say

We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire
No we didn't light it
But we tried to fight it

Birth control, Ho Chi Minh, Richard Nixon back again
Moonshot, Woodstock, Watergate, punk rock

Begin, Reagan, Palestine, Terror on the airline
Ayatollah's in Iran, Russians in Afghanistan

Wheel of Fortune, Sally Ride, heavy metal, suicide
Foreign debts, homeless Vets, AIDS, Crack, Bernie Goetz

Hypodermics on the shores, China's under martial law
Rock and Roller cola wars, I can't take it anymore

We didn't start the fire
It was always burning since the world's been turning.
We didn't start the fire
But when we are gone
It will still burn on, and on, and on, and on...

We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire
No we didn't light it
But we tried to fight it

We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire
No we didn't light it
But we tried to fight it

We didn't start the fire
It was always burning
Since the world's been turning
We didn't start the fire...

Selasa, 17 Februari 2009

Do you believe a miracle ?

19:47:15 . . . atau 03:47:15 setelah test TOEFL

17 September 2009, 3 hari setelah Valentine Day, dan 4 hari setelah Friday The Thirdteen.

Namun hari ini tidak kalah hebohnya dengan 2 hari tersebut. Because today adalah hari ulang tahun seseorang yang pasti kita semua kenal. Sosok bersahaja yang mampu membuat kram lidah anak-anak berseragam kotak-putih.

Siapakah beliau, tak lain tak bukan adalah Suster Francesco Marianti OSU (mohon maaf sebesar2nya klo ada salah pengetikan nama dan gelar)

Secara pribadi saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga suster semakin bisa berkarya di bidangnya dan juga bisa mencetak anak-anak gemilang calon masa depan. (gw gak termasuk keknya)

Kita beralih ke topik lain, gw takut gw keceplosan yang kagak-kagak.

Woke . . . Hari ini nothing special at school, kecuali hari pertamanya monyetijospidol jalan berduan dengan ****** <-- bener gak tuh jumlahnya ._.

Mereka berdua jalan dengan indahnya laksana entok berenang di danau Toba. Mereka pun menanjak ke FoodCourt Sanur (tempat jajan anak Sanur yang terletak dibelakang bukit sekolah, dibatasi oleh pagar tebal laksana LP Cipinang)

Kemudian libido anak-anak SanctuS pun membludak kaya ceret kepenuhan aer mendidih.

Dipelopori oleh D*d*, sang ketua SanctuS, diikuti oleh kacung-kacungnya (gw termasuk) menyoraki monyetijospidol dan sang puteri salju. Maklum, mayoritas anggotanya jomblo, walopun mayoritas pula dah ada cem-cem-nya. Cielahhh, suittt suittt ^^

Dua sejoli tersebut pun merasa terganggu oleh tuyul Twentyone tersebut, dan langsung meninggalkan TKP.

Sisanya hari berjalan seperti biasa, anggota SanctuS adalah pelanggan setia Es Krim Feast yang dijual mas-mas gendut berwajah ceria yang tidak diketahui namanya.

Gw, Etu (Edwin G*z*li), en monyetijospidol pun pulang menuju kota Tangerang tercinta. Singkat kata singkat paragraf, kita bertiga ada test TOEFL listening yang terletak diperumahan Banjar Wijaya tercinta.

Intinya test itu ada 3 tahap. Tahap pertama cuman repeating dari bahan-bahan di minggu-minggu sebelumnya, tahap 2 dikasih soal baru yang pertama kali didenger, tahap 3 suruh buat narasi tentang topik yang telah dibacakan. Tahap 1 bisa kerjain sambil merem, tahap 2 dan 3 musti merem buat doa Novena biar bisa.

Sekedar info, ada 2 siswi Sanur BSD yang juga terdampar di tempat les tersebut, siapakah dy ??

Setelah selesai bertempur, kita bertiga pun hengkang ke rumah gw, tempat transit sebelum 2 bocah ini kembali ke habitatnya masing-masing.

Monyetijospidol langsung menyabotase kompi gw, si Etu A.K.A Edwin baca Slam Dunk gw, yang beberapa kriting akibat dibaca waktu boker ama Silas Batubara (dendam pribadi --a)

Lalu apa yang gw lakukan ?? Gw cuman ngiter-ngiter pake bangku beroda kayak bayi kangguru 2 hari kelempar dari kantong emaknya. Gw bingung ngapain di rumah sendiri, hik hik.

Kemudian tanpa sebab dan akibat, gw teringat peristiwa berdarah yang dulu gw lalui bersama Edwin. Seperti apakah kisahnya ??? Saksikan setelah spasi berikut ini . . .

Kala itu gw terdampar di jemputan MAS Transport bersama makhluk satu ini. Waktu itu nahkodanya masih Om Djoko atawe Om UU.

FYI, gw sempet benci ama neh anak, mukanya gak enakin banget (serius gw). Bahkan di taon pertama gw gak ngomonk sama sekali ama dy (serius lagi). Padahal waktu itu gw duduk bedua ama dy di samping Pak Kusir.

Everyday, everytime, everymoment, I spend my moment with this asshole chinese boy.

Kemudian di kelas 2 gw rada deket ma dy, karena itu jamannya gw maen CS dan Dota. Tiap hari lari ke ruko Barcelona di seberang Sanur, lebih tepatnya ke Klop-Net. Letaknya ruko kedua dari ujung.

Waktu pun tak terasa, bergulir laksana tali puser. Dan gw pun jatuh cinta dengan bocah satu ini.
Dibalik kebangsatannya, tersimpan kecinaannya yang kental dan otak rada sengklek, calon penghuni VIP RS Grogol.

Gw singkat aja ye ke tragedinya. Waktu itu menjelang penghujung SMP kelas 3. Seperti yang kalian tau, Sanur menjunjung faham ekonomi Adam Smith (asbun aje gw).

Dari kita, dengan kita, dan untuk kita. Intinya di pesta perpisahannya kita isi dengan acara yang dibuat sendiri oleh anak-anak Sanur. Ide brilian untuk menghemat biaya, yeah. Padahal sekolah laen mungkin ngundang ST12 buat manggung.

Nah, buat pentas tentu saja kudu ada persiapan, maka dari itu 2 minggu sebelum pesta perpisahan, kita semua dah bebas dari pelajaran dan tiap hari cuman latian buat pentas.

Dateng pagi-pagi, kemudian berembuk latian ampe siang hari, lalu pulang maen SEAL ONLINE

Dari 14 hari tersebut, di suatu hari gw ma Etu datang terlalu pagi. Waktu itu tempat latiannya terletak di Hall serba guna TK.

So, kita berdua jalan dengan mesumnya menyusuri jalan setapak menuju Hall TK.

Kemudian didapatilah hanya 2 homosapiens ini yang ada disana. Berhubung lagi sepi, muncul pikiran yang aneh-aneh. Berhubung gesper gw susah dibuka, jadi pikiran tadi pun batal dilaksanakan.

Karena takut dikira lagi transaksi wanita di bawah umur, gw pun masuk ke hall TK yang lantai bawah, berhubung yang lantai atas blon dibuka pagernya.

Sim salabim, tergeletaklah sebuah bola sepak tak berdaya yang lupa dimasukin ke kandangnya. Klo lo jadi gw pasti lo bakal melakukan hal yang sama, yaitu dengan noraknya maen bola di Hall TK.

Alhasil gw ma etu kek ocit tendang-tendangan bola dari ujung ke ujung sambil teriak-teriak dan ketawa ketiwi. Klo divideoin bisa jadi juara di acara World's Crazziest Animal.

Kejadian jahaman tersebut berlangsung kurang lebih 5 menit. Gw dah keringet lora lari dari ujung ke ujung. Kemudian, terjadilah tragedi ini. . . .

Seperti yang lo tau, tendangan gw STR 99 AGI -5. Dan saat itu jarak gw ke Etu sekitar 15 meter.

Layaknya Elli Eboy, dy ngoper melambung ke arah gw. Memantul sekali ke lantai kayu yang bergetar oleh derap kaki anak-anak tangerang ini.

Kemudian dengan niat menghancurkan wajahnya yang kaya engko-engko jual bakmie bangka. Gw nendang dengan kekuatan maksimal. Tendangan gw sama kaya jurusnya Tsubasa, klo dy nendang bisa nanjak diatas kemudian menukik langsung ke arah gawang, tapi kalo gw terus menanjak ke atas dan kagak turun-turun, serta langsung menghujam lampu neon yang senantiasa menerangi Hall TK.

Cempranggggg . . . . .
Neon sepanjang kurang lebih 80 cm itu hancur menjadi debu-debu kecil terkena bola sepak. Bagian tengahnya ancur jadi pasir, klo mo lebih jelas bayangin aja otak tentara Iraq yang kena shotgun.

Bola dan serbuk neon pun jatuh bersamaan dengan romantisnya. Blon cukup penderitaan gw, kedua sisi neon yang ancur di tengah ikut menyusul karena melorot dari tempatnya, mirip 2 bilah pisau, neon tersebut menyusul sang bola ke lantai kayu.

Cemprangggggg . . . . . . Cemprangggggg . . . . .

Gw cengo, keringet dingin keluar dari dubur, mata gw seakan dicongkel keluar. Gw cengo . . .
Edwin cengo, mukanya minta ditabok, matanya ngeliatin gw, kemudian ngeliatin neon. Dy cengo . . .

Usus serasa kebalik, mata gw langsung liat pintu Hall TK, yang untungnya blon ada orang yang dateng. Gw langsung panik dan jingkrak-jingkrak bedua Edwin.

Saat itu situasi lebih genting dari pada Cut Nyak Dien yang disergap Belanda. Gw dah pengen nangis trus nelen bola tadi biar mati dan Edwin yang diomelin.

Kita dah speechless, klo diliat dari sudut pandang orang ketiga, gw kayak ngasih tau Edwin klo gw hamil 7 bulan dan bayi gw keturunan genderuwo dan minta pertanggung jawabannya.

Saat itu yang ada diotak gw cuman 3 planning :
1. Nelen bola seperti rencana diatas.
2. Gebuk Edwin ampe pingsan di TKP, dan gw kabur jauh-jauh
3, Tetap menjunjung persahabatan dan kabur bersama.

Rencana 1 gak mungkin, soalnya walopun pala gw gede, mulut gw cuman muat 3 jari.
Rencana 2 gw batalin, soalnya gw terikat UU perlindungan terhadap Kaum Tionghoa
Rencana 3 lah yang paling masuk akal dan mungkin, tapi akal budi gw bekerja.

Klo gw kabur, bisa-bisa besoknya dikumpulin anak-anak 1 angkatan di lapangan parkir di siang hari, kemudian dibentak-bentak Pak Hari buat ngaku.

Gilaaaa, bisa gak lulus ke SMA gw. Habis sudah masa depan gw. Arghhhhhhhhhhh . . . .

Kemudian karena gw rajin berdoa setiap 7 hari sekali, tiba-tiba roh kudus datang, dan datang pula ide keempat.

Yaitu membereskan NEON NEON yang pecah tadi . . . . . membersihkan neon yang telah menjelma menjadi pasir dan bilah-bilah pisau.

Yang bisa membersihkannya dengan tangan kosong mungkin hanya Ketua Perguruan Debus Banten. Sedangkan gw hanya bocah malang yang terjebak situasi mematikan di pagi hari menjelang pesta perpisahan.

Gw pun liat keluar, apakah ada orang yang dateng ato gak . . . Hanya belalang dan rumputan berselimut embun yang gw liat. Selain itu ada teknologi mutakhir manusia yang bernama pengki dan sapu.

Bagaikan dikirim dari kayangan, tiba-tiba ada 2 alat yang menyelamatkan masa depan gw tersebut. Ditambah 1 tong sampah biasa.

OMG. Do you believe a miracle ??? I do . . . .

Karena hari itu gw telah menjadi bagian dari istilah China yang disebut "HOKI"

Gw pun ngambil pengki dan sapu, sementara Edwin masih cengo dan bergantian melototin pecahan neon, gw, dan pengki.

Dengan belaian lembut, gw nyampu sati persatu Neon malang tersebut. Tiap gw sapu suara yang keluar kaya tabrakan angkot, kompryanggg kompryangggg . . . .

Setelah 2 menitan menyapu pelan-pelan, akhirnya semua Neon dah keangkut diatas pengki. Dengan langkah kecil dan hati-hati, gw bawa tuh pengki ke depan, buat dibuang ke tong sampah.

Pertama gw melirik dulu kejadian di luar, ternyata aman, yang berubah cuman posisi matahari.
Kedua gw menghadep ke tong sampah.
Ketiga gw nuang tuh Neon ke tong sampah.
Keempat lewat satpam yang innocent dan rada budeg . . .

Gw ulangi, LEWAT SATPAM YANG innocent DAN RADA BUDEG . . .

Kelima gw nerusin nuang neon yang terlanjur merosot dari pengki
Keenam terciptalah suara bombastis pecahan neon yang pecah-pecah di dalam tong sampah

Suaranya mungkin mirip 20 biji keramik China peninggalan Kaisar Mink yang dibanting berulang-ulang di ubin.

Ketujuh gw berdoa pada Tuhan semoga mimpi ini cepat berakhir
Kedelapan gw bersiap-siap diinterogasi sama satpam
Kesembilan si satpam hanya melirik sambil jalan santai menjauhi TKP
Kesepuluh gw telah mengalami "HOKI" yang kedua pada hari itu

Setelah selesai menuang Neon tadi, gw buru-buru masuk ke Hall TK kemudian ngakak keras-keras ama Edwin, Ciekekekkeekekekkekekeke, Wamajajajajajajajjajaja

Sumpah mati pipi ama perut gw kram gara-gara ketawa keras abis, muka gw langsung merah dan keringet pun bebas mengalir.

Gw berdua puas menertawakan diri sendiri dan si satpam tadi, tertawa karena berhasil menyelamatkan masa depan masing-masing, tertawa akan kenalakan di masa SMP, tertawa akan nyawa yang terancam di ujung tanduk, tertawa akan moment terakhir yang berharga di masa SMP.

Special Thanks buat Etu yang membuat detik-detik terakhir di SMP gw jauh lebih berharga ^^

P.S : Yang baca blog ini tolong jangan dilaporin ke Pak Wardi ya @_@

Senin, 26 Januari 2009

Yataaaaaa . . . . .

21:40:53 detik setelah dentang hari raya Imlek.

Hujan pun menyapa di pagi sendu, mengiringi lembayung sinar fajar yang mengintip dari balik tirai embun di deretan rerumputan hijau segar.

Hujan di hari Imlek konon merupakan lambang keberkahan bagi para pemakan babi, walopun menyebabkan warga kota Jakarta menderita kutu air karena banjir.

Di hari besar ini, tiba-tiba gw terbangun jam 07:00 tepat, padahal malemnya bobo jam 01.00
Seperti hari libur lainnya, pagi hari kuhabiskan untuk bermain RF Equilibrium (Private Server)

Belom makan, blom mandi, blom membereskan ranjang, gw meluncur ke ruang komputer di lantai bawah, langsung maen RF dan baca Air Gear (klo ngeteng di Kartela)

Bener-bener surga bagi pelajar, padahal besok ada pe er Prancis yang sampe detik ini masih 10% gw corat coret.

Pukul 09:00 gw nyabu (nyarap Bubur) dan pukul 10:00 gw mandi yang bersih, dari ujung rambut ampe kulit kaki, bersiap untuk pergi bersama Kakek yang rumahnya nan jauh di Blok B.

Kemana kami pergi ??? Berhubung ini hari Sin Cia maka kami pun ke Macro Alam Sutera . . . . .

Apa hubungannya ??? Emang gak ada, karena keluarga gw kurang begitu merayakan yang disebut Imlek, otomatis Angpao pun tak kudapat.

Mungkin buyut gw masih keturunan pribumi, jadi gak ngerayain Imlek. Padahal anak-anak kampung di perumahan gw patroli buat minta Angpao.

Sarung hijau kotak yang dipakai menyerupai cadar, layangan mungut di punggung mereka, berjalan bergerombong seperti semut pekerja. Itu lah Alay, komunitas mayoritas yang membuat tertulis kalimat "Bhineka Tunggal Ika" di kaki Garuda.

Persetan dengan Imlek, me and my family went to Macro buat beli makanan untuk bertahan di musim dingin.

Yang gw gak demen dari Macro (Alfa juga) yaitu gerobaknya yang kudu ditarik, padahal gede, berat, dan panjang. Bagian bawahnya gak ada pembatas di sisinya, jadi klo kebanyakan numpuk BH bisa jatoh berserakan bila tidak hati2 ketika nikung.

Disana mak gw kebanyakan beli SeaFood, seperti udang, bakso, fillet fish (dada ikan) dll. Disana gw juga beli Ikan Selar. Ikan tersebut adalah makanan rakyat bawah, murah dan banyak. Gw banget dah pokoknya.

(IKAN SELAR = ikan kecil, gak sekecil teri gak sebesar gurame, panjangnya sama seperti alat vital orang Indonesia. Berwarna keperakan dengan sedikit unsur warna kuning. Klo digoreng sampe garing, bisa gw makan, daging buntut sirip dan palanya, cuman tersisa tulang punggung ama mata doank)

Disana gw menyaksikan aktivitas biadab dari koki-koki Macro. Yaitu pemotongan ikan hidup-hidup, ikan yang masih segar dibanting dengan nafsu birahi berlebih, ditelentangkan dengan tak berdaya, kemudian perlahan sesuatu bertuliskan 'StainlessSteel' pun menyayat dengan lembut perut ikan itu. Darah segar pun mengalir. Satu iris, dua iris, tiga iris, hingga sampai iris keempat pun ikan tersebut masih berusaha untuk melepaskan diri.

Tergolak kejang di atas talenan, mata yang sudah memerah karena darahnya sendiri, gerak lambat dari insang yang masih berharap untuk secercah oksigen pun mengakhiri kisah si ikan.

Pergilah dengan damai, semoga dirimu bisa menjadi makanan yang enak di restoran SeaFood.

Di lain counter, beda orang beda cerita, koki yang satu ini tidak memotong ikan hidup-hidup, karena sebelum dipotong, kepala ikan dimartil dengan palu karet selebar rebung.

KreeeNyekkkk . . . . . . .
Kira-kira begitu suara tengkorak ikan yang terkena hantaman martil. Matanya pun memerah karena pembuluh darahnya pecah, dan dalam sekejap berhenti meronta.

Pergilah dengan damai, semoga dirimu bisa menjadi asupan gizi bagi rakyat miskin.

Selesai menyaksikan pembunuhan makhluk berinsang tersebut, me en my family bayar belanjaan ke kasir.

Di depan Macro ada toko Pukis dan gorengan, yang 1 nya seribu. Bener-bener biadab yang jual, pengen gw telentangin di aspal trus gw lindes pake Dunloop. Berhubung ini SinCia, jadi anggep aja ngasih Angpao.

Kami pun mencari makan, berhubung koko gw (si Otong) lagi ngidam masakan Jepang, maka kamipun memilih Gokana Teppan yang terletak di BSD Junction.

Mall bapuk tersebut bentar lagi akan gulung tikar, dan diganti menjadi pusat perbelanjaan perabotan rumah, kurang lebih seperti Depo Bangunan.

Golden Pearl, Rice Bowl, dan beberapa toko lainnya dah hengkang duluan, sisa Platinum dan Gokana Teppan disana. Dan beberapa toko semi produktif yang menghitung hari menjelang ajal.


Tragedi pun terjadi di Gokana Teppan. Saat itu sedang diadakan lomba makan Ramen yang katanya SUPER DUPER X-TRA HOT. Jika berhasil makan dalam 20 menit, maka akan mendapat kupon gratis buat makan Teppanyaki.

Awal-awal gw takut mencret, jadi gw mesen Soyu Ramen doank, dan Es Kopi (kaya Karel yah ^^) dan yang mesen 'Super Xtra Hot Ramen' cuman mak gw.

Ketika ramen laknat tersebut dibawa ke meja gw, tiba2 pegawai GT (Gokana Teppan) teriak-teriak dengan bahasa Jepang.

Dibawanya Ramen besar yang mendidih, dan kuahnya merah sangat, mirip ketupat sayur. Dengan sebuah tanda lomba (kayu bargambar Sumo 'ngeden' karena kepedesan, bagi gw lebih mirip korban sodomi jagung rebus)

Dengan muka sumringah dy meletakkan Ramen, gambar korban Sodomi, dan juga StopWatch.

Begitu StopWatch ditekan lomba pun dimulai. Dasar keluarga Sabirin yang aneh, emak gw malah doa sebelum makan dulu -_-

Seperti biasa, tanda salib dibuat, doa dalam hati, dan tanda salib lagi. Detik ke 30 emak gw baru makan Ramen tersebut.

Sementara gw, Otong, bokap, en kakek gw makan makanan biasa.
Soyu Ramen yang gw beli mie-nya mirip mie Aceh, dan kuahnya mirip Indomie.

Di menit ke sepuluh, mak gw pun menghabiskan Ramen tersebut. Setelah melapor ke 'panitia' lomba, tiba2 pegawai GT kesurupan lagi. Kali ini teriak ' Yataaaaaa, Yataaaaaa . . . .' diiringi suara bedug dari kulit babi.

(Yataa : 'berhasil' dalam bahasa Jepang, yang diucapkan Hiro Nakamura ketika dy teleport ke Town Square di serial Heroes)

Ternyata Ramen tersebut gak pedes, begitu pengakuan Mak gw. Katanya cuman panas aja, pedes seh lebih pedesan cuka pempek buatan mak gw (yang diracik dengan brutal oleh bokap, maklum Palembang asli, indera perasanya dah kebal ama rasa pedas)

Karena terdorong oleh rasa petualangan Sherina, maka gw dan si Otong, sebagai remaja sehat yang berakhlak budi tinggi, ingin mencoba juga Ramen tersebut.

Tapi gw dilarang ama Mamak ku, soalnya gw dah melahap 3 pukis, 1 pisang goreng, 1 tempe goreng, 5 snack keju (lupa namanya), Soyu Ramen, dan 1 teh cina (lebih mirip Liang Teh), Serta setengah es Kopi yang terbuang di akhir cerita.

Namun karena gw pede berlebih terhadap kapasitas lambung sendiri, gw pun merengek minta Ramen. Dengan muka mupeng, si Otong mesen 2 Ramen 'Super Xtra Hot Ramen'

Kejadian selanjutnya sama seperti diatas, pegawai GT teriak-teriak minta nenen, dan dalam sekejap di depan gw udah ada Ramen.

Dengan melepas kacamata, dan sejumput tissue untuk keringat, kami pun langsung melahap Ramen tersebut.

Ditengah-tengah perjuangan, gw telah sadar bahwa gw telah membuat keputusan yang keliru.
















Yang kiri : seneng dapat jatah makan tambahan.

Yang kanan : baru menyadari kesalahan dirinya.

Yang tengah : Sumo korban sodomi.


Maka pertandingan pun dimulai, demi mendapatkan 1 kupon Teppanyaki















Kiri : santai dan bahagia, dengan sedikit senyum licik

Kanan : mulai megap-megap kaya ikan di Macro
(Mie segede itu gak gw kunyah, cuman diputusin trus ditelen bulet)


Setelah selesai, terdengar yell-yell Yataa lagi, tapi muka nya dah pada males, soalnya 1 meja yell-yell nya 3 kali.

Cerita di SKIP hingga tetes terakhir dari kuah Ramen :
















Kiri : masih nyari mie jatoh di meja dan lantai

Kanan : meminta pengampunan Tuhan agar tidak muntah


Setelah minum teh cina buat mendorong masuk Ramen, tiba tiba pala gw puyeng, tangan langsung gemetar dan keringet dingin. Mata gw jadi kunang-kunang dan sakit pada bagian belakangnya. Dada menjadi sesak dan napas pun sulit. Buat ngomonk "i love miyabi" aja rasanya dah gak mungkin.

Gw langsung sadar, lambung gw berusaha mendorong Ramen yang gw telan bulat-bulat tadi, tanpa dikunyah. Perut serasa ditonjok-tonjok Chris John, leher kaya dicekek Ade Rai. Buat jalan aja gemeter, keringet menyerbu bukan karena pedas, tapi karena mual.

Gw jadi kaya orang overdosis putaw, langsung aja gw minta ke mobil ama si Otong (masih ketawa ketiwi abis dipotret ama abang GT, buat dipasang di Hall Of Fame, gw juga ada looo)

Meninggalkan Bonyok en Kakek yang lagi bayar di kasir, gw ngicir ke mobil.

Sendi lutut gw jadi berderit, mata dah gak liat kemana-mana kecuali pintu keluar. Semua konsentrasi terpusat di otot peristaltik (otot leher yang berguna untuk menelan makanan)

Mirip manula yang kena hernia, gw berlari2 kecil namun stabil menuju mobil yang nan jauh parkirnya.

Ketika sampai mobil, ternyata ada saluran pembuangan untuk air hujan. Tak tanggung-tanggung gw langsung menukik, mulut sejajar dengan pantat dengan posisi lambung sedikit diatas. Kemudian kerongkongan gw pun terasa panas oleh bumbu Ramen yang keluar dengan deras.

Hoeeeek Hoeeeek . . . . Mie-mie utuh yang masih panjang keluar dengan alunan musik Mozart, mengisi saluran pembuangan hujan. Hari itu gw menyumbang makanan buat tikus-tikus di saluran pembuangan dan semut-semut di taman.

Setelah 2 kali muntah, badan gw tiba-tiba fit lagi, keringet dingin langsung ilang, pala langsung seger, dan gw langsung bisa mengeja 'i love tante Ozawa dan cicik Leah'

Tubuh manusia memang aneh, semua gejala kelebihan konsumsi putaw hilang dalam hitungan detik. Gw langsung bisa cengar cengir lagi, menertawakan kesombongan gw saat menantang kapasitas perut sendiri.

P.S : Sebenernya Mak gw dengan asik moto-moto penderitaan gw saat ngabisin kuah ramen yang aneh dan menyiksa. Namun untuk melindungi kepentingan beberapa pihak, hanya 2 photo diatas yang dipajang karena telah lulus lembaga sensor.

P.S : Sebenernya si Otong menyimpah photo hasil buangan limbah gw di hape, namun agar blog ini tetap sehat dan menyegarkan, gak jadi gw masukin photonya ^^

Jumat, 26 Desember 2008

Hidden Dragon

Jam 12 siang lewat 49 menit 54 detik.

Merry X-Mas bagi yang merayakan, walopun di rumah kita tidak turun salju, walopun rumah kita gak punya cerobong asap, walopun tidak dapet hadiah natal (kalo gw T_T). Kita tetap diliburkan sekolah dalam ranggka Merry Christmast And Happy New Year.

Libur memang bagaikan oasis buat anak Sanur, dimana kita bisa bangun jam 12 dan tidur jam 6 pagi. Dimana kita bisa mimpi di siang bolong. Dimana tidak ada beban pikiran untuk tugas di hari esok. Dimana gw bisa nulis blog di siang hari, aye aye.

Tapi buat gw libur kali ini bete amad sangat. Masalahnya gak ada game MMORPG di kompi gw. Adanya cuman Geta dan DotA.

Apalagi Arattnias lagi dihukum pasung di rumah Eyangnya, dan si Monyetijo lagi krisis kuota. Sedangkan sisanya lagi asik liburan ke luar kota, sedangkan gw hanya keluar kamar.

Walopun pergi, paling cuman ke mall-mall abal like Lippo en Metropolis.

Waktu ke Lippo ada kejadian yang sulit gw lupakan. Yaitu saat gw makan es-krim Baskin Robin rasa Almond . . .

Wow man, so delicious, kacangnya itu looo, yang kecil-kecil menyelinap kaya itil, dikelilingi jalur abstrak cokelat lezat menyerupai gamblis, FANTASTIC. (apakah gw katro?? masa bodo :P)

Satuan eskrim adalah 'scoop', entah dapet dari mana tuh julukan, kalo gw seh lebih demen bilangnya 'caplok'. Satu scoop itu satu bunderan penuh eskrim yang memenui tempat ngambil eskrim.

Alat mirip sendok tapi setengah bola, eskrim dikerok-kerok tak berdaya, ketika penuh si Abang Baskin Robin menekannya kaya make "tang", dan bim salabim . . . PLOK, eskrim pun jatuh ke cone manis lancip dibawahnya.

Makanya gw sebut dengan caplok. Jujur aja pertama kali liat alat itu waktu kecil gw bingung cara kerjanya, dan terkagum-kagum melebihi melihat Rommy Rafael menghipnotis suporter bola yang lagi tawuran.

Back 2 Es Krim. setelah disodorkan eskrim seharga 25k itu (5 bungkus nasi hainam kantin). Layaknya pedophilia gw jilat-jilat de. . . Dan tiba-tiba lidah gw menyentuh sesuatu yang keras. Apakah itu ?? Apakah itu itil ?? Apakah itu kutil ?? Karena gw bingung, maka gw gigit dengan liarnya. Dan lidah gw pun bergetar layaknya bajaj.

Ternyata itu Almond saudara-saudara, bukan ahli ekonomi di buku kelas XI, tapi kacang Almond. Kacang Almond dingin yang tercampur rasa cokelat, yummy . . . . Di hari yang panas itu indera perasa gw mendapatkan karunia yang tak terlupakan.

Dari pada dikasih putaw mending dikasih eskrim rasa Almond, khukhukuh.

Detik itu pula kacang Almond langsung menjadi kacang favorit gw, selain kacang Almond, gw juga demen kacang Mede. Tau kacang Mede kan ??? Kacang yang nongol di pantat Jambu, klo dipotong dan digoreng rasanya aduhai ala beibeh.

Bentuknya mirip bayi Kangguru berumur 1 hari, terdapat belahan ditengahnya yang membagi dua secara vertikal, dan klo dimakan terlalu banyak, dapat menyebabkan ketagihan, kekenyangan, dan jerawat.

Selesai dengan Lippo dan Eskrimnya, malemnya gw bertiko ria dengan belanja di Metropolis. Karena mallnya bapuk gw skip aja ceritanya, nothing intresting, yang ada cuman remaja tanggung sok metal dengan rambut aneh dan mbak-mbak yang mukanya didempul kaya angkot dibela fuso.

Intinya di mall sarang pribumi tersebut (yang baru dibangun lapangan futsal, dimana yang maen semuanya remaja-remaja energic yang kekurangan lahan bermain di kampungnya) gw belanja DVD bajakan. Walopun cuman 3, lumayan buat nemenin lembur.

Salah satunya adalah film "Red Cliff", ada yang tau ?? Nama lainnya mungkin "Battle of Chi Bi".
Ada yang teringat akan nama Chi Bi ??

Itulah nama daerah di China yang menjadi saksi buta pertempuran antara Wei melawan Shu dan Wu. Kalo yang maen Dinasty Warrior ato Romance of Three Kingdom, atopun baca Sam Kok, mungkin tau akan kisah ini.

Pertempuran 800.000 prajurit Wei melawan 100.000 prajurit gabungan Shu dan Wu diatas Sungai Yangtze, dengan hasil kekalahan telak di pihak Wei.

Armada laut Cao Cao (Wei) yang terdiri dari ratusan-ribu kapal, menggambarkan kekuatan yang sangat memukau di China pada saat itu, mungkin bisa tergolong sama dengan pasukan Xerxes di Persia.

Otak mengalah otot, itulah yang terjadi. Strategi yang digunakan adalah membakar kapal Cao Cao dengan panah api, dibantu tumpukan jerami yang banyak serta oli yang memenuhi Sungai Yangtze.

Sebenarnya penyebab utama kekalahan Cao Cao adalah ketidaksiapan pasukannya untuk bertempur diatas air.Kekuarangan waktu latihan serta kemampuan perairan yang hanya sedikit.

Kekuatan utama pasukannya adalah infantry dan cavalary (pasukan darat dan berkuda) yang saat itu dijadi pasukan navy (perairan) untuk menyebrai sungai Yangtze ke Chi Bi. Ditambah lagi moral pasukannya yang rendah karena tersebar penyakit yang disebabkan musim dingin saat itu.

Dari berbagai hal diatas, pemerintahan Cao Cao yang tiran dapat dipukul mundur oleh Liu Bei (Shu) dan Sun Quan (Wu). Dalam pertempuran Chi Bi, pertempuran terbesar dalam periode 3 kerajaan, tahun 220 - 280

Tetapi otak sebenarnya dari strategi diatas adalah Zhuge Liang dan Zhou Yu.


Itulah wajah wajah raja dari 3 kerajaan dan bawahnya adalah penasihat utama strategi perang.









Dari kiri :

Wei : Cao Cao dan Sima Yi

Shu : Liu Bei dan Zhuge Liang

Wu : Sun Quan dan Zhou Yu

Ada yang masih ingat tugas Mister Danny ?? The person you most admire. Klo saat itu gw dah beli film Red Cliff, mungkin gw akan menceritakan tentang Zhuge Liang. Karena waktu itu gw cerita tentang Superman (durasi 1:30 menit) maka gw menceritakannya di blog gw aja ^^


Zhuge Liang

Lahir di Yinan, Shandong, China pada tahun 181.
Wafat karena sakit di Wuzhang Plains, Shaanxi, China pada tahun 234.

Memiliki nama lain Kongming, dan mendapat julukan Hidden Dragon karena kepintarannya dalam strategi perang.

Beliau sangat bijak, pandai bernegosiasi, sangat cerdas dalam strategi perang, mengerti sastra, bahkan bisa bermain alat musik. Mungkin dy gabungan Sun Tzu, Confucius, Barrack Obama serta Maxim.

Wajahnya ganteng dan ramah, dengan kumis tipis dan jenggot seperti orang China umumnya. Ciri khasnya ia selalu membawa kipas dari bulu angsa yang tak pernah lepas darinya. Katanya kipas itu membantunya berpikir lebih tenang. Orangnya sederhana dan selalu memakai jubah kemana-mana.

Hemmm, kira-kira gitu de gambarnya, tapi bajunya gak sekeren itu. Itu diambil dari Dinasty Warrior 5.

Game yang memperkenalkan gw kepada sejarah China.
Kalo di gamenya dy bisa gebuk orang pake kipas, serta Musou nya (seperti zxc di geta) bisa ngeluarin laser.

Emang rada konyol @_@ padahal sejarah aslinya dy hanyalah orang di belakang layar yang menyusun strategi perang.










Prestasi
. . . . banyak banget, tapi satu yang menurut gw Superb :

Sesaat sebelum perang Chi Bi, Zhuge Liang mendapatkan tugas dari Zhou Yu untuk mendapatkan 100.000 panah untuk melawan pasukan Cao Cao dalam waktu 10 hari. Apa yang dy lakukan ??? Dy hanya meminta 20 kapal, dengan banyak jerami serta sedikit prajurit. Sebelum fajar menyingsing (cielah . .) di tengah-tengah kabut, di nyuruh kacungnya bunyiin genderang perang. Otomatis prajurit musuh mengira itu serangan, dan menembakkan panah-panah mereka ke arah kapal. Sementara Zhuge Liang sedang asik minum teh di dalam kapalnya, ribuan panah musuh mendarat satu persatu di atas jerami. Kemudian dy pulang dan menyerahkan panah tersebut kepada Zhou Yu.

Selain itu masih banyak lagi, seperti penangkapan Meng Huo sebanyak 7 kali, dan ketika dia menjebak Lu Xun yang mengejar Liu Bei ke dalam libirin, yang disebut Stone Sentinel Maze (klo bahasa chinanya tanya bapak kaw saja).

Dan pertanyaan terakhir dari Mister Danny adalah Why you admired him ??

1. Because dia jenius, rendah hati, setia, banyak akal, dan bisa mempengaruhi orang dengan kata-katanya.

2. Because dia membela yang lemah (Liu Bei) bukan yang kuat (Cao Cao)

3. Yang menjadi alasan utama gw mengaguminya, yaitu loyalitasnya kepada kerajaan Shu. Beliau menyerahkan segala jiwa dan raganya untuk memimpin Shu setelah wafatnya Liu Bei. Anak Liu Bei, Liu Chan, ternyata tidak secakap ayahnya dalam memimpin negara, maka dari itu kontrol negara kebanyakan diambil alih oleh Zhuge Liang sebagai perdana menteri.

Karena begitu besar loyalitasnya kepada Shu, ia bekerja siang malam memikirkan kondisi negara yang saat itu berperang melawan Wei dan Wu. Hingga kondisinya menjadi sakit.

Ada satu lagi kisah yang sangat amad Superb (menurut gw). Saat itu sedang terjadi perang sengit antara Zhuge Liang (Shu) dan Sima Yi (Wei). Sima Yi juga ahli strategi yang mengabdi kepada Cao Pi, anak Cao Cao. Kedua ahli strategi ini bagaikan Yin Yang.

Saat itu, keadaan bisa dibilang seimbang, namun karena Zhuge Liang sedang sakit keras karena terlalu banyak bekerja demi Shu, Sima Yi hanya tinggal menunggu waktu.

Akhirnya datang juga saat itu, kematian Zhuge Liang tersebar luas. Sima Yi dan pasukannya pun langsung menyerbu Hanzhong. Ketika Sima Yi sampai dengan pasukannya yang lengkap, ia melihat gerbang kota terbuka, banyak penduduk yang beraktivitas seperti biasa, dan di tengah-tengahnya terlihat Zhuge Liang sedang duduk di tempat yang tinggi.

Sima Yi pun langsung panik, dan berpikir bahwa itu jebakan yang telah disusun Zhuge Liang. Kota tersebut sangatlah rentan untuk diserang, dan tidak dijaga sama sekali. Namun Sima Yi terlalu curiga dan menarik mundur pasukannya.

Ketika sampai ke camp-nya. Beberapa hari kemudian ia mendapat kabar bahwa yang ia lihat itu hanyalah boneka. Zhuge Liang yang asli telah beristirahat dengan tenang.

Sima Yi pun berkata, "Bahkan ketika mati, ia masih mengabdi kepada Shu."


Coba kita tengok ke masa sekarang. Adakah orang pemerintahan yang kerja siang malam memikirkan negaranya ? Apakah ada orang cerdas di pemerintahan kita yang memikirkan masa depan bangsa ?

Orang-orang pemerintah kita mati karena obesitas makanin daging babi, mati karena kena AIDS/sifilis akibat ngewe ama perek, mati di penjara akibat hukuman korupsi.

Tidak ada satupun yang mati karena kurang istirahat memikirkan nasib dan masa depan negaranya.

Orang pemerintahan kita dipilih karena gelar mereka dan koneksi mereka, bukan karena loyalitas mereka. Itulah penyebab kehancuran negeri ini (menurut gw).

Mungkin klo mau jadi anggota DPR ketentuannya bukan lulus S1 dan embel2 sebagainya.
Tapi rela digaji kecil, makan nasi ikan asin tiap hari, dan kalo rapat rela nginep di losmen murah.

Sebagai penutup, ada 1 kalimat peninggalan Zhuge Liang :

"Even a powerful arrow at the end of its flight cannot penetrate a silk cloth"

Apa itu artinya ??? Tanya pada rumput bergoyang. Aye aye . . .